Tampilkan postingan dengan label peristiwa dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peristiwa dunia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Desember 2010

Kisah-kisah Bunuh Diri Massal

Sebanyak 900-an anggota Sekte yang dipimpin oleh Jim Jones ini melakukan bunuh diri massal tahun 1978 lalu.

Aliran pemujaan yang didirikan tahun 1970-an ini hidup menyendiri terpisah dari dunia di sebuah hutan di Amerika Selatan.

Setelah delapan tahun berjalan, banyak keluhan atas kehadiran sekte ini. Akhirnya pada tahun 1978, anggota kongres Amerika, Leo Ryan, mengunjungi wilayah Jonestown dalam misi pencari fakta. Ryan menemukan banyak fakta terkait ajaran sesat sekte dimaksud.

Ketika Ryan akan meninggalkan Jonestown, delapan belas anggota aliran pemujaan yang ingin meninggalkan aliran pemujaan itu mencoba ikut menyertainya, yang sekaligus menjadi saat ketika kekerasan meletus.

Saat itu, Ryan, tiga wartawan dan seorang anggota aliran itu mencoba lari namun tewas terbunuh. Anggota aliran pemujaan lainnya kemudian melepaskan tembakan kepada mereka yang mencoba meninggalkan aliran pemujaan itu.

Sedangkan 11 anggota lainnya terluka. Beberapa jam setelah kejadian, pemimpin aliran pemujaan memerintahkan anggota-anggotanya untuk melakukan bunuh diri massal dengan meminum potasium sianida.

Anak-anak meninggal lebih dulu, bayi dibunuh dengan racun yang dimasukkan ke mulut dengan sedotan. Setelah itu, lebih dari sembilan ratus orang, termasuk anak-anak, meracuni diri mereka sendiri.



Puluhan Anggota Aliran Sesat David Koresh Membakar Diri 

 

Kelompok aliran sesat pimpinan David Koresh pun pernah membuat heboh dunia. Sekitar tahun 1990-an, sedikitnya 90-an anggota aliran ini mau saja dibakar hidup-hidup hingga mati oleh pimpinan mereka.

Suatu waktu tanggal 28 Februari 1993, satuan-satuan keamanan bermaksud melakukan pemeriksaan terhadap sebuah tanah pertanian di Texas. Wilayah itu banyak dihuni oleh kelompok aliran sesaat pimpinan David.

Ketika tiba disana, anggota keamanan diserang tembakan dari kelompok sesat itu. terjadilah aksi tembak-tembakan dan pengepungan yang berlangsung selama 51 hari.

Pada hari ke-51, seorang anggota pasukan keamanan mencoba masuk ke dalam pertanian itu dan asap tiba-tiba mulai mengepul. Pasukan keamanan kemudian mengumumkan bahwa David Koresh telah membakar pertanian.

Berbagai jebakan yang dipasang di berbagai tempat pertanian itu telah mengubah tempat itu menjadi sebuah neraka. Dan, dalam peristiwa pembakaran itu, sekitar sembilan puluh orang anggota alirantersebut juga terbakar sampai mati.



40 Warga Bunuh Diri Karena Komet Halle Bopp

Aliran pemujaan yang menyimpang kembali menjadi berita utama pada tahun 1997, ketika 40 warga melakukan bunuh diri massa karena komet Hale-Bopp.


Para korban mengenakan kaos hitam dan sepatu olah raga melakukan bunuh diri massal di utara San Diego. Para korban itu berusia antara 26 dan 72 tahun.

Mereka membunuh dirinya sendiri atas kepercayaan bahwa komet Hale-Bopp, yang saat itu sedang melintasi bumi, akan membawa mereka ke tingkat evolusi yang lebih tinggi.

Di bawah ini adalah bagaimana pemikiran mereka dituangkan dalam situs internet mereka. “Kabar gembira, karena Anggota Tua dalam Tingkat Evolusi di atas manusia telah menjelaskan kepada kami bahwa mendekatnya Halle-Bopp merupakan tanda yang telah kami tunggu-tunggu…."

Masa 22 tahun di ruangan di bumi akhirnya mendekati akhir kelulusan dari Tingkat Evolusi Manusia. Kami dengan bahagia bersiap untuk meninggalkan dunia ini dan pergi bersama awak Ti (Ti merujuk pada Bonnie Lu Trusdale salah seorang pendiri yang meninggal.


Senin, 22 November 2010

Ngeri Banget, Foto - foto Tragedi Festival Air Kamboja

Ngeri liat foto-fotonya Gan, Festival Air di Kamboja sampe menelan korban begitu banyak...., pribadi mengucapkan bela sungkawa yang sebesar besarnya.

inilah.com, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengatakan, sebanyak 399 orang tewas akibat terhipit dan terinjak saat berdesakan di festifai alir, di ibu Pnom Penh, Kamboja.

Seperti dilansir Kantor Berita Reuters, sebagian besar korban terjepit atau tenggelam ketika ribuan orang panik, saat sejumlah orang tersengat listrik dalam festival itu, Senin (22/11/2010).



Pohak Kepolisian mengatakan, banyak orang meloncat dari jembatan yang melintasi Sungai Tonle Sap di Phnom Penh. Aksi saling dorong juga terjadi di jembatan tersebut karena kepanikan pengunjung.

Akibatnya sebagian orang di jembatan itu terinjak-injak, dan sebagian lain jatuh ke sungai, dalam acara festival yang diselenggarakan selama 3 hari, yang dikunjungi sekitar 2 juta orang.

Kerumunan dalam jumlah besar berkumpul di sebuah pulau kecil untuk mengikuti festival, yang menjadi salah satu acara utama tahun kunjungan wisata Kamboja.

Menurut salah seorang saksi mata, musibah terjadi ketika 10 orang pingsan di tengah kerumunan massa. Kepanikan terjadi setelah konser di Pulau Berlian yang disusul dengan balapan perahu di Sungai Tonle Sap yang dianggap sebagai acara utama festival. [lal]

FOTO - FOTO  :





Kamis, 18 November 2010

(VIDEO) Ajaib! Balita Selamat Tercebur Sumur 30 Meter

Ajaib. Bayi perempuan tiga tahun selamat walau tercebur ke dalam sumur sempit sedalam 100 kaki atau sekitar 30,5 meter. Setelah 200an anggota tim penyelamat dikerahkan untuk evakuasi bayi bernama Vanessa Mamani (3) dari sumur tua di Pilares, dekat Buenos Aires, Argentina (18/11).

Proses penyelamatan itu disiarkan televisi setempat hingga menghebohkan publik Argentina. Bahkan Presiden Argentina Christina Kirchner mengakui keajaiban tersebut dengan mengatakan "Ini benar benar keajaiban. Begitu dia diangkat dari sumur langsung berteriak seolah-olah baru saja lahir," kata Presiden dikutip the sun.



Begitu berhasil diangkat dari sumur itu, Vanessa langsung dilarikan ke rumah sakit untuk memulihkan luka ringan dan memar. Direktur RS Arnaldo Madinah menyatakan, bocah 3 tahun tersebut dalam kondisi baik dan sehat.

Dari tayangan video tampak, selain tim evakuasi juga dikerahkan polisi dan pemadam kebakaran disiapkan di dekat sumur. Sumur itu berdiameter 14 inchi (35cm) berada di semak-semak, biasa digunakan oleh petani. Karena lubang sumur itu hanya sempit maka sangat sulit menurunkan orang dewasa untuk melakukan evakuasi.

Mirip dengan penyelamatan puluhan penambang Chili pertengahan Oktober 2010 kemarin, proses evakuasi ini pun disiarkan langsung oleh televisi sehingga warga setempat ikut empati dan bergemberi begitu Vanessa selamat.

Jaringan televisi menayangkan bagaimana tim evakuasi harus menurunkan tambang dan kamera kecil yang dihubungkan dengan layar monitor di permukaan.

Dan ajaibnya, bocah itu mengikuti instruksi untuk mengikuti tambang yang tersedia hingga membutuhkan waktu 8 jam bisa sampai ke permukaan lagi. "Kita berhasil" ujar ketua tim evakuasi. (*)